Harga Paket Wisata Labuan BajoPenduduk Desa Komodo terdiri atas etnis Komodo, Bima, Bajo, Bugis, dan sebagainya. Masyarakat Desa Komodo biasa menyebut diri mereka “orang Modo” atau “ata Modo” dalam bahasa lokal. Orang Modo asli diyakini memiliki bentuk kepala memanjang cenderung kotak dan telinga lebih panjang daripada etnis lainnya. Bahasa yang dipergunakan sehari-hari umumnya adalah Bahasa Komodo. Bahasa Komodo ini terbentuk sebagai akulturasi berbagai bahasa, yakni Bima, Manggarai, bahkan Jawa dan terisolir dalam satu pulau berpopulasi terbatas. Bahasa Komodo ini juga berbeda dari bahasa Bima, Manggarai, dan Bajo yang dipergunakan oleh masyarakat yang tinggal di kepulauan sekitar Pulau Komodo dan daratan Pulau Flores.
Penduduk Desa Komodo mayoritas berasal dari Bima dan Manggarai. Hal ini tidak terlepas dari sejarah bahwa Pulau Komodo dulunya adalah tempat pembuangan orang hukuman atau berpenyakit yang ada di wilayah Kerajaan Bima. Kerajaan Bima sendiri wilayahnya mencapai daratan Flores. Maka tidak mengherankan jika beberapa daerah pedalaman di Manggarai terdapat komunitas yang berbahasa Bima alih-alih Bahasa Manggarai.
Peningkatan penduduk Desa Komodo lebih disebabkan migrasi (imigrasi) daripada kelahiran. Sistem keluarga besar masyarakat di wilayah Indonesia tengah rupanya juga berlaku di Desa Komodo. Jaringan keluarga masyarakat Desa Komodo tidak hanya di wilayah NTT saja, tetapi justru lebih banyak di NTB (khususnya Kabupaten Bima). Tidak mengherankan arus migrasi menuju Desa Komodo sangat tinggi.





Adults
Children



flores komodo tour